I reckon so. Or do i? Ah, see what i did there?
Rainy in The Rain
2016-06-01
KANON
Mimpi... Aku sedang melihat sebuah mimpi. Hari yang sama lagi dan lagi. Menunggu pagi yang sama dan kembali ke mimpi yang sama. Merah, putih, dingin, kesedihan dan kemudian hari bermula kembali. Dari beberapa tahun yang lalu..aku tahu. Saat mengambang melalui mimpi tanpa akhir..saat menunggu pagi yang takkan datang, aku kembali duduk ditempat yang sama. Keramaian tanpa suara..orang-orang tanpa perasaan yang berjalanan.
Tiada yang menyadari sosok seseorang yang duduk sendiri dibangku taman.
Ia sedang menunggu seseorang. Seseorang yang dia tahu takkan muncul. Untuk seseorang yang dia tahu takkan muncul untuk bertahun-tahun. Aku telah lama menunggu bertahun-tahun.
Menunggu pagi yang takkan datang, didalam mimpiku.
Tapi, mimpi... Saat mimpi berakhir. Seperti salju yang mencair dibawah matahari musim semi. Seperti bagaimana penampakan orang yang memudar karena termakan usia.
Seperti bagaimana kenangan mulai memudar dan lenyap ditelan waktu.
Sekarang, mimpi yang panjang itu mencapai akhir. Setelah mengabulkan sebuah permintaan. Sebuah permintaan terakhir...
2015-11-12
Sekarang saat hujan turun begitu pula dengan tangisnya yang sedang turun, aku tak bisa berbuat apa-apa.
Dikala hujan aku hanya bisa merasakan dinginnya merasuki setiap sudut pori-pori kulit ini menusuk hingga ketulang.
Mungkinkah aku harus menunggu hingga redah, ketika tidak kuat mungkinkah akan ada yang menyenangkan setelah hujan itu?
Mungkinkah akan ada kehangatan disetelahnya?
Atau bagaimana jika Tuhan tetap menurunkan hujan itu hingga akhirnya aku mati dalam kebekuan ini?!
2015-03-01
2014-11-27
2014-10-31
2014-10-18
2014-10-04
2014-09-27
2014-09-21
Tak ada yang mampu menghentikan kesunyian ini. Tak ada yang sanggup untuk mengubahnya..
Makna dari bertemu, tapi tak menyatu..
Secercah harapan datang, seketika juga menghilang..
Yang diinginkan hanya sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang selalu menggerayangi sebuah pikiran..Mungkin harus segera diakhiri.
Dan aku akan kembali.
Pada duniaku yang sendiri, lagi..
2014-09-08
2014-08-19
Ahh.. Sudah lama aku menantikan ini.
Momen dimana harapan itu muncul kembali.
Tidak, aku sedang tidak bermain dengan masa lalu.
Bahkan "hujan kita?" pun akan selalu sama seperti sedia kala.
Hanya saja aku tersadar, bahwa tak seharusnya selalu dalam naungan sesosok yang keindahannya hanya untuk dinikmati.
Berbicara tentang hujan ku, mungkin akan terbagi dalam beberapa bagian.
Tentang gemercik hujan, sang petrichor, angan dari balik jendela, waktu yang selalu berputar.Huh.. Sebuah akhir dari segala penantian.
2014-08-11
Kala malam menghampiri.
Berbaring lepas beralas duri.
Kemunafikan bersanding didalam diri.
Diselimuti angin menusuk pori-pori.
Aroma petrichor masih menemani.
Pikiran abstrak masih membayangi.
Bayangan yang menyerupai orang yang telah pergi.
Namun diri ini telah tersaingi.
Oleh terangnya bulan yang takkan terganti..
2014-07-31
2014-06-19
2014-05-17
2014-04-12
2014-02-27
2014-02-24
2014-02-20
2014-02-13
2014-02-09
2014-02-06
The Voice of Invoker
-Invoker!
-Glorious invocation!
-What joy it is beholding me!
-Thus I invoke myself!
Beginning the Battle Play
-So begins a new age of knowledge.
Drawing First Blood
-First blood, as indeed I am first in everything.
Moving
-Yes!
-Avowedly!
-I proceed.
-Away hence.
-Forthwith.
-Thither I go.
-Wellaway.
-Concentration!
- Unto battle.
-So it is said.
-Thus and so.
-Of course.
-Orbs light my path.
-As needs be.
-I'll keep it in mind.
-I am committed.
-Mindfully.
-I'm well aware of it.
-Fine.
-Over yon?
-With speed.
-'Tis tedious.
-This bores me.
-Such tedium.
Attacking
-Attack!
-Nigh unto death!
-Athwart my path.
-I'll luck upon you.
-Fight me!
-You dare fight me?
-Hearken unto me.
-Knowledge is power!
-The learned one strikes.
-Who threatens my concentration?
-I'll not be interrupted.
-An honor to fight me.
Casting a Spell
-You should be more fully aware of me!
-Whithersoever you go, I follow.
-Prepare your mind for death!
Casting Invoke
-One of my favorites.
-Spherical sorcery!
-Behold!
-A rich tradition.
-Drawn from deep within.
-From the great mystery.
-A spell I well remember.
-True Arcanery thrives!
-Plucked from the Arcanery.
-My mind is my Arcanery.
-An incantation long remembered.
-A charming hex.
-Enlightenment stands ready!
-Words of power.
-Witness true sorcery!
-Augury abounds.
-Arcana known only to me!
Casting Cold Snap
-Cold Snap!
-Quas Trionis!
-Quas Frigoris!
-Sadron's Protracted Frisson!
-Learn how fragile you are!
Casting Ghost Walk
-Ghost walk!
-Quas Wex Quas!
Myrault's Hinder-Gast!
-Geist of Lethargy!
-I slip from sight.
Casting Tornado
-Tornado!
-Wex Quas Wex!
-Wex cyclonus!
-Claws of Tornarus!
-My foes aloft.
Casting EMP
-EMP!
-Extractive Mana Pulse!
-Wex Trionis!
-Wex magnelectros!
-Shimare's Extractive Pulse!
-Endoleon's Malevolent Perturbation!
-Traitorous sorcery.
-Wrung out like a desiccated rag.
-Thoroughly extracted.
-Your well has run dry.
Casting Alacrity
-Wex Wex Exort!
-Alacrity!
-Zeal of Wexort!
-Gaster's Mandate of Impetuous Strife!
-Experience true swiftness!
Casting Chaos Meteor
-Chaos Meteor!
-Exort Wex Exort!
-Voidal Pyroclasm!
-Tarak's Descent of Fire!
-A celestial inferno!
-Gallaron's Abyssal Carnesphere!
-Behold the meatball!
Casting Sun Strike
-Sun Strike!
-Exort Trionis!
-Exort Tri-Solar!
-Harlek's Incantation of Incineration!
-The skies set you aflame!
Casting Forge Spirit
Forge Spirit!
Exort Quas Exort!
Grief Elementals!
Culween's Most Cunning Fabrications!
-Ravagers of Armor and Will!
-An ally from naught!
Casting Ice Wall
-Ice Wall!
-Quas Quas Exort!
-Bitter Rampart!
-Killing Wall of Koryx!
-The harsh White Waste beckons.
Casting Deafening Blast
-Deafening Blast!
-Quas Wex Exort!
-Tri-orbant blast!
-Stupefactive Trio!
-Buluphont's Aureal Incapacitator!
-Sonic boom!
Fizzling Invoke
-This spell works nowise!
-This magic disappoints.
-My memory failed me.
-Did I miscast?
-My concentration shattered!
-Did I mix my magics?
-Words fail me.
-Ruinous, i'll fated spell.
-Perturbations!
-Lamentable.
-Infelicitous!
-The errant cosmos works against me!
-No matter.
Gaining a Level
-Oh, they'll rue the day they crossed me!
-With unerring proficiency!
-The profundities are mine to ransack!
-My totality eclipses the cosm!
-I am a beacon of knowledge blazing out across a black sea of ignorance.
-Cause for my enemies to dwell on me exclusively!
-Vital attainment!
-Enlightenment is mine!
-The bliss of comprehension!
Killing a Hero
-Did I hear a squeak?
-I must have stepped on something.
-Whatever that was, twas scarcely worth my notice.
-Whosoever stands against me, stands briefly.
-Fools die, as you well know.
-Give it not a second thought.
-Mark these words: they're the last you'll hear.
-Your ignorance ensured your demise.
-You'd have done better to clothe yourself in knowledge, for all the good your scraps of armor did you.
-You die as you lived: insipid and ignorant.
-You were no match for my powers. But then, who is?
-Like a match already dim and damp, your mind snuffs out.
-I outlive another.
Dying
-No! Play Darkness and ignorance take you all!
-My magics die with me.
-An end to ages of learning.
-The archives of time are lost with me.
-Outside my mind, nothing is real.
-All that matters, perishes with me.
-It was not enough.
-Forget me not!
-Wex…Quas…Exorrr…aggghhh…
-Dead loss.
-The final tabulation.
-Put me out of your mind.
Respawning Quickly
-Remember me, for I will remember you!
-Death is but a lapse in my concentration.
Respawning
-I return with nary a mark upon me.
-I remember now what I was about.
-I shall be mindful, make no mistake.
-Recalled from the yond-side of death.
-The universe was not the same without me.
-With my return, the cosmos is restored.
-All knowledge is parallel.
-A line without beginning, a line without end.
-From the source of self-knowledge, the well of creation, I return.
-Knowing me… knowing you.
Upon Hero Selection
-All can be known, and known by me.
-The universe depends on what I can remember of it.
-From the first point was begat a line. From this line was begat a world. And that first point was one I made.
Rare, Upon Hero Selection
-Carl!
-Throughout the aeons I have been known by many names…but my true name of power…is Carl.
-Behold before you, the illustrious, the imperious, ingenious arch-mage… CARL.
Purchasing an Item
-I will commit this to memory.
-With mind alone, I have made this a reality.
-Aeons have I waited, and saved, for this.
Purchasing Blink Dagger
-Blink dagger!
-Dagger of the mind.
Purchasing Aghanim's Scepter
-Ah, scepter!
-Ancient scepter.
Bottling a Rune
-I will recall you at a later point.
-I will think upon this for a time.
-Be mindful of your purpose.
Denying
-Denied!
-All things fall.
-Short-sighted of you.
-Methinks you wanted that.
-Demised.
-Tis nuncupatory!
It's all the same to me.
Losing
-No!
-Defeated!
-My mind, unravels!
Winning
-Yes!
-Victory!
-I have rendered it thus with my will alone!
Taking Aegis of the Immortal
-Immortality!
-For ages more!
Activating Haste
-Haste!
-Still, not as swift as the speed of my thoughts.
Activating Double Damage
-Double damage!
-Redoubled concentration.
Activating Regeneration
-Regeneration!
-Vitality, like my knowledge, a well that never empties.
Activating Illusion
-Illusion!
-I'm betwixt myself.
Activating Invisibility
-Invisibility!
-What need have I for this?
-I have orbs for this.
Taunting
-It falls to me to inform you that this one is in the bag!
2014-01-24
2014-01-21
2014-01-19
2014-01-13
Rainy in the Rain
Hujan telah memulangkan ketenangan yang ku dapati terlebih dahulu.
Tanpa pertanda, tanpa alasan.
Semua berubah seketika setelah rintik hujan turun..
2014-01-11
2014-01-09
Selamat datang Selamat tinggal
Jangan dulu pejamkan matamu saat kau masih mengingatku.
Hentikan nafasku dari hidupmu.
Sungguh, kurasakan kehilangan ini.
Masih kurindukan angan-angan ini saat bersamamu.Berharap, malam ini aku mampu melupakanmu.
Saat ku bermimpi menembus khayalku, ingin kurasakan kesendirian ini.
Biarlah kurasakan lelah ku, yang tak lagi mencintaimu.
Kuatkan hatiku saat melupakanmu.
Biarlah kurasakan yang tak ingin kurasakan.
Letih hati ini takkan pernah terasa lagi.
Saat nanti kau tak kembali..
2014-01-06
Kala sosokmu menghilang, otakku tak mampu tenang.
Ribuan tanya menghampiri benak, tapi tak ada jawaban yang emas atau perak.
Walau selamat tinggal akhirnya datang, bayangmu takkan hilang dimakan petang.
Saat pohon yang tertanam ini mulai besar, kenapa kau pergi seakan gusar?Mungkin, sudah saatnya aku tersadar.
Bangun dari mimpi diluar nalar.
Realita menusuk telak menggoncang jiwa yang rusak.Kamu putri, aku duri.
Sekeras apapun usahaku, ujung jariku takkan mampu menggapaimu.
Jika dari awal tak ada cinta, kenapa harus memaksa?
2014-01-04
Kiss the Rain
I often close my eyes and i can see you smile. You reach out for my hand and i'm woken from my dream. Although your heart is mine, its hollow inside i never had your love, and i never will. And every night i lie awake. Thinking, maybe you love me. Like i've always loved you. But how can you love me, like i loved you when. You can't even look me, straight in my eyes.
I've never felt this way. To be so in love , to have some one there, yet fiel so alone. Aren't you supposed tobe the one to wipe my tears, the one to say that you. Would never leave..
The waters calm and shill, my reflection is there. I see you holding me, but then you disappear. All that is left of you, is a memory. One that only, exists in my dreams. I don't know what hurts you. But i can feel it too and it just hurts so much to know that i can't do a thing. And deep down in my heart. Some how i just know. That no matter what i'll always love.. So why i am still here in the rain?
2014-01-02
2014-01-01
2013-09-30
Mungkin dia sedang memakai topeng. Mungkin dia selalu benar. Mungkin dia ilfil. Mungkin dia lelah. Mungkin dia bosan. Mungkin dia butuh perhatian. Mungkin dia butuh kasih sayang. Mungkin dia butuh sosok yang menjaganya, agar merasa nyaman. Mungkin dia merasa tak ada kecocokan. Mungkin dia ingin dimengerti. Mungkin dia hanya ingin ditemani, bukan dicintai..
2013-09-22
2013-09-03
2013-08-08
2013-08-03
Apa yang terjadi jika hanya aku yang seperti ini.
Harus ku akui, semua itu terlalu indah dan menyakitkan..
Tidakkah semua ini hanya mimpi?
Mungkinkah semua ini harus cepat diakhiri?
Selalu kuhitung tiap detik jam yang berputar pada porosnya.
Jika waktu pasti berlalu, mengapa putarannya terasa begitu lambat?
Sedangkan disatu sisi, masa lalu selalu mengejar.
Tak pernah berhenti tuk mengusik.
2013-07-31
2013-07-29
2013-07-27
2013-07-24
Terkadang, aku merasa heran dengan faham yang mereka anut 'cinta tak harus memiliki'.
Padahal yang kurasa sebaliknya.
Bila dilepas, sama seperti menyia-nyiakan suatu kesempatan yang tak tahu kapan akan datang kembali.
Mereka yang yang putus asa, hanya bisa merelakannya.
Bukankah cinta harus diperjuangkan?
2013-07-21
2013-07-18
2013-07-17
Ter untuk kamu yang pernah mengalihkan duniaku, hari ini aku datang sebagai pemberani.
Untuk mengungkapkan perasaan ini.Belum sempat ku katakan, rasa itu pupus sudah.
Karena Tuhan tak mengizinkanku tuk mengatakannya.
Semua orang sedang mendoakanmu dan menangisi kepergianmu.
Ingin ku mendekat, tapi aku tak siap melihatnya.
Kehilangan sosok yang ku sayangi untuk selama-lamanya..
2013-07-16
Aku titipkan cerita bayangan.
Bayangan tanpa kata, juga tanpa suara.
Bayangan yang diikat dalam dunia, tanpa wajah.
Bayangan yang ingin menyuarakan hatinya.
Bayangan yang hanya hidup untuk bayangan, karena dunia terlalu buruk untuk bersama.
Bayangan dimensi tiga rupa hasrat.
Hasrat yang mengikat tiga keinginan.
Tiga keinginan tanpa mengerti arti hatinya sendiri.
Bayangan mencintai hati, mencintai diri, dan mencintai cinta..
2013-07-15
Rasa yang asing itu menghinggapi ku.
Tak terhentikan, hanya diperparah oleh waktu.
Terasa perih, namun tak terluka.
Seakan tak berisi, penuh rasa hampa.Ku harap, rasa ini hanya ilusi.
Ilusi bodoh yang seketika menghilang.
Agar sirna jugalah niatan.
Mempersandingkan diriku dengan langit, dalam satu perbandingan.
Langit punya bulan, tapi aku punya siapa?Ohh.. dengan bodohnya aku terlupa.
Aku punya dia, kehampaan..
Hari ini cangkirku masih kosong. Entah sudah berapa kali aku mencoba mengisinya dengan yang lain. Tapi sampai saat detik terakhir aku menulis ini, belum ada satupun teh yang sebanding dengan hangatnya air teh kepribadianmu. Aku sudah mencari ke berbagai tempat. Bertanya apakah ada yang menjual teh semanis dan sehangat dirimu? Lalu mereka menawarkanku bermacam-macam merek. Tetapi tetap, walau sebanyak apapun gula dan air panas yang ku tuangkan, semua terasa hambar jika bukan kau yang mengisi seluruh sisi ruang cangkirku.
Sejujurnya aku menyesal tidak mencicipi mu dulu. Yang kulakukan hanyalah mencium aroma uap kepedulian darimu. Tanpa menyadari, bahwa ada rasa sayang yang kau selipkan lewat butir-butir hangat katamu. Sikap dingin itukah yang membuatmu membeku. Lalu diam-diam berubah menjadi uap kecil dan meninggalkanku?
Wadah cangkirku semakin berkarat. Gagangnya pun semakin retak. Mungkin tak lama lagi benda itu akan pecah. Berserakan berkeping-keping seperti sampah. Tapi sebelum semuanya benar-benar hancur dan lenyap. Izinkan aku tuk berkata bahwa sepahit apapun dirimu sekarang, aku masih tetap mengingatmu. Namun perlahan, sosokmu kian memudar. Yang tinggal hanyalah disaat kita bermain bersama, dibawah hujan kita..
2013-07-14
Terlihat nyata dihati, namun samar saat terjaga.
Ratapan kosong menyelimuti mata hati yang sebelumnya telah terbuka, kini terpejam membeku.
Nafas ini, tak dapat lagi ungkapkan semua.
Mulut ini terkatup, rapat terkunci.
Yang mengharuskan kembali larut dalam kesunyian.
Dan jiwa ini, kembali bergumul dalam sepi..
Ada rindu yang membentang, ter dekap pekat oleh kegalauan.
Kegalauan akan keresahan jiwa.
Pada satu rasa dan asa yang lahir yang tumbuh begitu saja.
Hingga akhirnya mendominasi seluruh ruang hati.Ahh.. begitukah adanya?
Hingga kini aku menjadi buta.
Ya! Buta pada kenyataan yang memang tak harus ku buat menjadi nyata.
Aku ingin lepas, bebas.
Tapi nyatanya aku sendiri bagian dari dalamnya.
Andai ku lepas, sama saja membuang separuh jiwa ini.
Sulit memang.
Dapatkah diriku bertahan dalam tekanannya?
2013-07-13
Hingga senja esok tiba aku akan tetap menunggu disini, ditepian malam.
Tanpa batas, menerawang semua tentang jiwa dan hati yang masih bergelut dengan sepi.
Hingga malam berganti, aku akan terus bermimpi dan akan tetap bermimpi.
Walaupun itu sulit dan takkan pernah terjadi.Hingga pagi hari menjelang, meniti embun yang sedikit memberikan kekuatan untuk terus mampu berdiri.
Aku akan tetap berdiri menatap langit biru yang seakan memberi arti.
Tentang bagaimana menilai kehidupan, mencari arti disetiap detik bergulir dan mengerti akan makna dari masa lalu.Hingga saat itu tiba, masa dimana kekuatan dari dalam hati.
Perlahan, membuka ruang jiwa.
Disaat itu pula, aku akan terus menjaganya.
Agar tetap menyala.Dan disaat tiba waktunya.
Ketika matahari tak kunjung menyinari bumi, kekuatan itu akan tetap ada.
Abadi, selamanya..
2013-07-12
Dulu mungkin aku buta.
Terlelap dalam tidur yang terlalu dalam.
Tak dapat melihat wajahmu yang menangis tertutup oleh embun, tertutup oleh kenangan pahit.
Waktu itu aku salah.
Menancapkan pedang itu padamu.Jika saja 3 tahun yang lalu kugunakan untuk yang benar.
Jika saja aku lebih jeli kala itu.
Jika saja aku memilihmu lebih dulu.
Jika saja kau beri tanda!!Sekarang, tak seuntai kata kau ucapkan.
Aku mengerti betul perasaanmu 3 tahun yang lalu.
Karena semua berbalik, kali ini aku menyesal telah melakukan itu.
JIKA SAJA KAU BERI TANDA!!Terlelap oleh waktu menyusuri jalan yang kita lalui.
Wajahmu yang kian tersenyum, sekarang hanya bayangan belaka.
Senyummu yang tersirat lebar, sekarang tak kau tunjukan lagi.
Kini kau pergi jauh.
Dan lagi-lagi, aku SANGAT MENYESAL!!Hujan yang biasa kita nikmati bersama, telah redup dikuasai kehampaan.
Tak ada lagi bau aroma petrichor yang keluar.
Dapatkah kau mengisi kehampaan ini lagi?
Dan menikmati setiap gemercik yang ada?
Lalu bermain dibawah hujan kita.
Ya! Kita. Hanya kita.
Kau, aku dan dia..