Dulu mungkin aku buta.
Terlelap dalam tidur yang terlalu dalam.
Tak dapat melihat wajahmu yang menangis tertutup oleh embun, tertutup oleh kenangan pahit.
Waktu itu aku salah.
Menancapkan pedang itu padamu.Jika saja 3 tahun yang lalu kugunakan untuk yang benar.
Jika saja aku lebih jeli kala itu.
Jika saja aku memilihmu lebih dulu.
Jika saja kau beri tanda!!Sekarang, tak seuntai kata kau ucapkan.
Aku mengerti betul perasaanmu 3 tahun yang lalu.
Karena semua berbalik, kali ini aku menyesal telah melakukan itu.
JIKA SAJA KAU BERI TANDA!!Terlelap oleh waktu menyusuri jalan yang kita lalui.
Wajahmu yang kian tersenyum, sekarang hanya bayangan belaka.
Senyummu yang tersirat lebar, sekarang tak kau tunjukan lagi.
Kini kau pergi jauh.
Dan lagi-lagi, aku SANGAT MENYESAL!!Hujan yang biasa kita nikmati bersama, telah redup dikuasai kehampaan.
Tak ada lagi bau aroma petrichor yang keluar.
Dapatkah kau mengisi kehampaan ini lagi?
Dan menikmati setiap gemercik yang ada?
Lalu bermain dibawah hujan kita.
Ya! Kita. Hanya kita.
Kau, aku dan dia..